blog francescajane
ac sangar sensitif pada saat menerobos banjir
November 25, 2021 Comments..0

Banjir merupakan masalah yang kerap dihadapi oleh penduduk selagi musim hujan tiba. Di Jakarta, hampir tiap tiap musim hujan, banjir singgah dan menggenangi jalan-jalan, menyebabkan kemacetan panjang karena ada lebih dari satu mobil yang mogok selagi menerjang banjir.

Oleh karena itu, dengan ac mobil bau dan kurang dingin  pengendara perlu mampu melaksanakan lebih dari satu trik untuk menjaga mobil tetap menyala selagi melewati banjir supaya tidak menahan laju pengguna jalan lainnya. Salah satu triknya adalah dengan mematikan AC mobil.

Kenapa perlu mematikan AC? Hal ini karena menyalakan AC mampu merusak komponen yang terkandung di dalamnya. Memang dampaknya tidak langsung terasa, tetapi cepat atau lampat udara dingin yang keluar dari kompresor bakal berkurang.

Selain itu, menyalakan AC dikala melewati banjir juga mampu mengganggu kinerja mesin. Misalnya, ada bagian mesin yang terkena air, baik busi, koil, atau CDI, mobil bakal mati atau mogok. Ini juga berlaku dikala sedang berkendara selagi hujan lebat.

Jadi, terkecuali tidak mendambakan mobil bermasalah, lebih baik memanfaatkan AC seperlunya saja untuk menjaga mobil tetap melaju dengan sempurna.

Usahakan mesin mobil tetap menyala

Selain mematikan AC, jangan lupa juga untuk menjaga mesin mobil supaya tetap menyala dikala melewati banjir dengan langkah menahan kopling. Ini sesungguhnya adalah teknik basic melewati banjir, yaitu dengan memanfaatkan transmisi atau gigi paling rendah dan tahan 1/2 kopling. Lalu, usahakan putaran mesin berada di 2.500 rpm.

Apabila memanfaatkan mobil bertransmisi otomatis, kemudikan mobil dengan gigi rendah. Posisikan pada 1 atau L supaya putaran mesin tetap stabil. Hal ini punya tujuan untuk meminimalisir air yang masuk ke dalam mesin lewat knalpot atau lubang filter udara.

Saat melewati banjir, sebisa barangkali ambil jalan yang miliki permukaan lebih tinggi supaya mobil tidak terendam begitu dalam di genangan air. Biasanya, jalan yang permukaannya lebih tinggi daripada yang lainnya adalah jalan tengah.

Namun, terkecuali genangan air udah menelan hampir 1/2 dari bagian mobil, lebih baik jangan melanjutkan perjalanan. Jika bisa, menjauhi jalan tersebut dengan berputar arah. Jangan sampai terperangkap di sedang banjir. Selain kesusahan untuk keluar dari mobil, hal tersebut juga mampu menyebabkan rusaknya fatal pada komponen-komponen mobil.

Untuk itu, tetap berkendara dengan aman ya, supaya keadaan mobil tetap terjaga dengan baik dan tidak merugikan diri sendiri.

Proudly powered by WordPress | Theme: Postmag by www.postmagthemes.com.